merumuskan diagnosa/masalah aktual dan diagnosa/masalah potensial

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  PENGERTIAN NIFAS

a.Nifas atau puerperium adalah periode waktu atau masa dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan tidak hamil. Masa ini membutuhkan waktu sekitar enam minggu (Fairer, Helen, 2001:225)

b. Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira enam minggu (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Ne’bnatal, 2001:122)

c. Masa nifas atau masa puerperium mulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira enam minggu (Wiknjosastro, Hanifa, 1999: 237)

d. Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil, lama masa nifas ini yaitu 6-8 minggu (Mochtar, Rustam, 1998:115)

e. Infeksi nifas adalah infeksi pada dan melalui traktus genetalis setelah persalinan. Suhu 38 °C atau lebih yang terjadi antara hari ke 2-10 postpartum dan diukur peroral sedikitnya empat kali sehari.

 

2.2  Tujuan Asuhan Nifas

Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas untuk :

1.    Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.

2.    Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.

3.    Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari.

4.    Memberikan pelayanan keluarga berencana.

5.    Mendapatkan kesehatan emosi.

 

2.3 Merumuskan Diagnosa/Masalah Aktual

Setelah memperoleh data tentang status kesehatan ibu kemudian dilakukan analisis data dan intrpretasi sehingga didapat rumusan diagnosa. Sehingga akan diperoleh kesimpulan apakah masa nifas ibu normal atau tidak. Walaupun dalam diagnosa keadaan ibu nifas normal, ibu mungkin mengalami ketidaknyamanan akibat perubahan fisiologis yang terjadi pada masa nifas, sehingga bidan harus dapat merumuskan apakah kebutuhan spesifik ibu.

a.    Masalah nyeri

Gangguan rasa nyeri pada masa nifas banyak dialami meskipun pada persalinan normal tanpa komplikasi. Hal tersebut menimbulkan ketidak nyamanan pada ibu. Setelah melahirkan tubuh akan terasa sakit tapi tidak akan bertahan lama. Berikut adalah beberapa cara untuk meringankan sakit dan nyeri sesudah melahirkan.

1)    Afterpains atau keram perut

Hal ini disebabkan kontraksi dan relaksasi yang terus menerus pada uterus banyak terjadi pada multipara. Kram ini kadang-kadang disebut nyeri sehabis melahirkan. Jika telah melahirkan sebelumnya atau jika ibu menyusui, hal ini mungkin terasa lebih menyakitkan. Nyeri ini akan menghilang dalam beberapa hari.

 

2)    Nyeri Perineum.

Perineum, daerah antara vagina dan anus, meregang pada saat melahirkan. Dapat juga disebabkan karena luka episiotomi, laserasi dan penjahitan perineum. Salah satu penyebab ini dapat membuat daerah ini terasa sakit dan terlihat bengkak dan memar. Untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mempercepat penyembuhan:

·         Kompres dingin.

·         Lakukan sitz bath (duduk diatas baskom berisi air hangat).

·         Selalu bersihkan dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Ini akan membantu mencegah daerah yang sedang mengalami penyembuhan episiotomi atau perobekan terinfeksi kuman dari dubur.

3)    Masalah berkemih.

Pada hari-hari pertama setelah melahirkan, mungkin merasa ingin buang air kecil tetapi tidak ada yang keluar, nyeri dan rasa terbakar setelah buang air kecil. Hal ini biasanya hilang dalam beberapa hari setelah persalinan.

Untuk mengurangi pembengkakan atau nyeri, cobalah warm sitz bath.  Untuk membantu memicu aliran air seni, semprotkan air hangat pada alat kelamin dengan squeeze bottle (botol pencet). Menyalakan keran saat berada di kamar mandi juga dapat membantu. Pastikan untuk minum banyak cairan. Jika masih tidak bisa berkemih secara teratur, hubungi dokter.

Beberapa wanita mungkin mengalami masalah mengompol setelah melahirkan. Dengan berjalannya waktu, kekuatan otot panggul akan kembali dan masalah akan hilang dengan sendirinya pada kebanyakan kasus. Latihan Kegel juga akan membantu mengencangkan otot-otot ini (lihat kotak). Jika masalah ini terus mengganggu, beri tahulah dokter.

4)          Konstipasi

Disebabkan karena motilitas usus berkurang selama paersalinan, obat anastesi, dan mungkin ibu takut karena sakit atau merusak jahitan. Asuhan yang dilakukan yaitu:

·            Memperbanyak minum, minimal 3 liter perhari.

·            Meningkatkan makanan yang berserat, seperti buah-buahan.

·            Biasakan BAB tepat waktu, saat pertama kali ada dorongan untuk BAB.

·            Kalau perlu pemberian laksatif untuk melunakkan feses

5)        Hemoroid

Hemoroid disebabkan adanya penekanan uterus terhadap vena didalam anus dan rectum selama kehamilan dan pada saat proses persalinan. Pada ibu yang sudah mengalami hemoroid sebelum kehamilan penekanan tersebut akan memperparah keadaan hemoroid

 

b.    Masalah infeksi

Setelah persalinan terjadi beberapa perubahan penting diantaranya makin meningkatnya pembentukkan urin untuk mengurangi hemodilusi darah, terjadi penyerapan beberapa bahan tertentu melalui pembuluh darah vena sehingga terjadi peningkatan suhu badan sekitar 0,5oC yang bukan merupakan keadaan patologis atau menyimpang pada hari pertama. Perlukaan karena persalinan merupakan tempat masuknya kuman kedalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi pada kala nifas. Infeksi kala nifas adalah infeksi peradangan pada semua alat genitalia pada masa nifas oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 38 oC tanpa menghitung hari pertama dan berturut-turut selama dua hari.

Faktor predisposisi infeksi masa nifas diantaranya adalah :

1.    Persalinan berlangsung lama sampai terjadi persalinan terlantar.

2.    Tindakan operasi persalinan.

3.    Tertinggalnya plasenta selaput ketuban dan bekuan darah.

4.    Ketuban pecah dini atau pada pembukaan masih kecil melebihi enam jam.

5.    Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum, yaitu perdarahan antepartum dan post partum, anemia pada saat kehamilan, malnutrisi, kelelahan dan ibu hamil dengan penyakit infeksi.

Mekanisme terjadinya infeksi kala nifas

Terjadinya infeksi masa nifas adalah sebagai berikut:

1.    Manipulasi penolong: terlalu sering melakukan pemeriksaan dalam, alat yang dipakai kurang suci hama.

2.    Infeksi yang didapat di rumah sakit (nosokomial).

3.    Hubungan seks menjelang persalinan.

4.    Sudah terdapat infeksi intrapartum: persalinan lama terlantar, ketuban pecah lebih dari enam jam, terdapat pusat infeksi dalam tubuh (lokal infeksi).

Gambaran klinis infeksi umum dapat dalam bentuk :

1.    Infeksi Lokal

a.  Pembengkakan luka episiotomi.

b.  Terjadi penanahan.

c.  Perubahan warna lokal.

d.  Pengeluaran lochia bercampur nanah.

e.  Mobilisasi terbatas karena rasa nyeri.

f.   Temperatur badan dapat meningkat.

2.    Infeksi General

a.  Tampak sakit dan lemah.

b.  Temperatur meningkat diatas 39 oC.

c.  Tekanan darah dapat menurun dan nadi meningkat.

d.  Pernapasan dapat meningkat dan napas terasa sesak.

e.  Kesadaran gelisah sampai menurun dan koma.

f.   Terjadi gangguan involusi uterus.

g.  Lochia : berbau, bernanah serta kotor.

 

c.    Masalah cemas

 

kecemasan yaitu ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahuinya. Rasa cemas sering timbul pada ibu masa nifas karena perubahan fisik dan emosi dan masih menyesuaikan diri dengan kehadiran bayi. Pada priode ini sering di sebut “masa krisis” karena memerlukan banyak prilaku, nilai dan peran. Tingkat kecemasan akan berbeda antara satu dengan yang lain. Bidan harus bersifat empati dalam memberikan support mental pada ibu untuk mengatasi kecemasan.

Gejala kecemasan seringkali timbul bersamaan dengan gejala depresi. Menifestasi dari kedua gangguan ini lebih lanjut sering timbul sebagai keluhan umum seperti : sukar tidur, merasa bersalah, kelelahan, sukar konsentrasi, hingga pikiran mau bunuh diri.

Sekitar 10% ibu baru mengalami depresi pasca melahirkan. Hal ini ditandai dengan perasaan putus asa, gelisah berat, atau keputusan yang menghalangi kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat terjadi setelah kelahiran kedua dan seterusnya, bukan hanya pada kelahiran  pertama.

Faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya depresi, antara lain  :

·         Kelelahan setelah melahirkan, berubahnya pola tidur dan kurangnya istirahat seringkali menyebabkan ibu yang baru melahirkan belum kembali ke kondisi normal meskipun setelah berminggu-minggu dari saat melahirkan.

·         Kegalauan kebingungan dengan kelahiran bayi yang baru, perasaan tidak percaya diri dengan kemampuan diri untuk dapat merawat bayi yang baru sementara masih merasa tanggung jawab dengan semua pekerjaan yang ada.

·         Perasaan stress dari perubahan dalam pekerjaan maupun kerutinan dalam rumah tangga.

·         Perasaan kehilangan akan identitas diri, akan kemampuan diri, akan figure tubuh sebelum kehamilan, akan perasaan dapat mengontrol diri sebelum kehamilan, akan perasaan menjadi  kurang menarik.

·         Kurangnya waktu untuk diri sendiri, tidak dapatnya mengontrol dapat dilakukan waktu sebagaimana yang dapat dilakukan sebelum dan selama kehamilan, harus tinggal di dalam rumah dalam jangka waktu lama, juga kekurangan waktu pribadi dengan orang yang dicintai selain dari bayi yang baru lahir.

 

d.    Masalah perawatan perineum

Perineum yang dilalui seorang bayi umumnya mengalami peregangan, lebam, dan trauma. Akibat normalnya bisa terasa ringan, bisa juga tidak. Rasa sakit pada perineum akan semakin parah jika perineum robek atau disayat pisau bedah. Seperti semua luka baru, area episiotomi atau luka sayatan membutuhkan waktu untuk sembuh selama 7 hingga 10 hari. Rasa nyeri saja selama masa ini tidak menunjukan adanya infeksi, kecuali jika nyeri sangat parah.

Infeksi bisa terjadi, tetapi sangat kecil kemungkinan jika luka perineum dirawat dengan baik. Selama di rumah sakit Dokter akan memeriksa perineum setidaknya sekali sehari untuk memastikan tidak terjadi peradangan atau tanda infeksi lainnya. Dokter juga akan memberi instruksi bagaimana menjaga kebersihan perineum pasca lahir yang sangat penting untuk mencegah infeksi.

 Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi, meningkatkan rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB yang dimulai dengan mencuci bagian depan, baru kemudian daerah anus. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjurkan untuk mencuci tangan. Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci, dijemur dibawah sinar matahari dan disetrika.

Parawatan perineum 10 hari :

1.    Ganti pembalut wanita yang bersih setiap 4-6 jam. Letakkan dengan baik sehingga tidak bergeser.

2.    Lepaskan pembalut dari muka ke belakang untuk menghindar penyebaran bakteri dari anus ke vagina.

3.    Alirkan atau bilas dengan air hangat atau cairan anti septic area perineum setelah buang air kecil atau besar. Keringkan dengan kain pembalut atau handuk dengan cara ditepuk-tepuk, selalu dari arah muka ke belakang.

4.    Jangan dipegang sampai area tersebut pulih.

5.    Rasa gatal pada area sekitar jaitan normal dan merupakan tanda penyembuhan. Namun, untuk meredakan rasa tidak enak, atasi dengan mandi berendam air hangat atau kompres dingin dengan kain pembalut yang telah didinginkan.

6.    Berbaring pada sisi tubuh, hindari berdiri atau duduk lama untuk mengurangi tekanan pada daerah tersebut.

7.      Lakukan latihan kegel sesering mungkin guna merangsang perdaran darah disekitar perineum dengan demikian, akan mempercepat penyembuhan dan memperbaiki otot-otot. Jangn terkejut jika anda tidak merasakan apa-apa saat pertama kali berlatih karena area tersebut akan kebal setelah persalinan dan pulih secara bertahap dalam beberapa minggu.

 

e.    Masalah Payudara

1.    Putting susu nyeri

Umumnya ibu akan merasa nyeri pada waktu awal menyusui. Perasaan sakit ini akan berkurang setelah ASI keluar. Bila posisi mulut bayi dan puting susu itu benar, perasaan nyeri akan segera hilang.

2.    Putting susu lecet

Putting susu terasa nyeri bila tidak ditangani dengan benar akan menjadi lecet. Umumnya menyusui akan menyakitkan dan kadang-kadang mengeluarkan darah.

Putting susu lecet dapat disebabkan oleh posisi menyusui yang salah, tapi dapat pula disebabkan oleh thrush (candidates) atau dermatitis.

3.    Payudara bengkak

Pada hari-hari pertama (sekitar 2-4 jam), payudara sering terasa penuh dan nyeri sering disebabkan bertambahnya aliran darah ke payudara bersamaan dengan ASI dan mulai diproduksi dalam jumlah banyak.

Penyebab bengkak:

1)  Posisi mulut bayi dan putting susu ibu salah

2)  Produksi ASI berlebihan

3)  Terlambat menyusui

4)  Mengeluarkan ASI yang jarang

5)  Waktu menyusui yang terbatas.

Perbedaan payudara penuh dan payudara bengkak :

1.  Payudara penuh :  rasa berat pada payudara, panas dan keras. Bila diperiksa ASI keluar, dan tidak ada demam

2.  Payudara bengkak :  payudara oedema, sakit, putting susu kencang, kulit mengkilat walau tidak merah, dan bias diperiksa/dihisap ASI tidak keluar. Badan biasa demam setelah 24 jam.

Untk mencegah maka diperlukan :  menyusui dini, perlekatan yang baik, menyusui “on demand”. Bayi harus sering lebih sering disusui. Apabila terlalu tegang, atau bayi tidak dapat menyusu sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu, agar ketegangan menurun. Untuk meregang reflek oksitosin maka dilakukan :

1)    Kompres panas untuk mengurangi rasa sakit

2)    Ibu harus rileks

3)    Pijat leher dan punggung belakang (sejajar daerah payudara)

4)    Pijat ringan pada payudara yang bengkak (pijat pelan-pelan kearah tengah)

5)    Stimulasi payudara dan putting

6)    Kompres dingin pasca menyusui, untuk mengurangi oedema

7)    Pakailah BH yang sesuai

8)    Bila terlalu sakit dapat diberikan obat analgetik

 

4.    Mastritis atau Abses payudara

Mastritis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah, bengkak kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas, suhu tubuh meningkat. Didalam terasa ada masa padat (lump), dan diluarnya kulit menjadi merah. Kejadian ini terjadi pada masa nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tidak efektif. Dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH.

Tindakan yang dilakukan :

1)    Kompres hangat/panas dan pemijatan

2)    Rangsangan oksitosin, dimulai pada payudara yang tidak sakit yaitu stimulasi putting susu, Pijat leher punggung. dll

3)    Pemberian antibiotic : Flucloxacilin atau erythromycin selama 7-10 hari

4)    Bila perlu bias diberikan istirahat total dan obat untuk penghilang rasa nyeri.

5)    Kalau terjadi abses sebaiknya tidak disusukan karena mungkin perlu tindakan bedah.

 

F.    Masalah ASI eksklusif

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi 0-6 bulan karena mengandung semua bahan yang diperlukan oleh bayi.

Namun di Indonesia hanya sekitar 8% saja ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai umur 6 bulan dan 4% bayi disusui ibunya dalam waktu satu jam partama setelah kelahirannya. Padahal  21.000 kematian bayi baru lahir usia dibawah 28 hari di Indonesia dapat dicegah melalui pemberian ASI pada satu jam pertama setelah lahir.

Dilema sebagai ibu yang bekerja akan muncul ketika seorang ibu harus tetap memberikan ASI (Air Susu Ibu) ekslusif  kepada anaknya, tetapi pada waktu yang bersamaan juga harus meninggalkan anaknya disaat sedang bekerja sehingga banyak wanita karier yang tidak memberikan ASI eksklusif. Selain itu kurangnya informasi tentang ASI menjadi salah satu faktor yang mendorong semakin sedikitnya ibu menyusui bayi bahkan memberikan ASI eksklusif.

 

G.   Masalah KB

Pemilihan kontrasepsi harus sudah dipertimbangkan pada masa nifas. Apabila hendak memakai kontrasepsi yang mengandung hormon, harus menggunakan obat yang tidak mengganggu produksi ASI. Pada ibu yang tidak menyusui kadar estrogen mulai meningkat kembali pada minggu kedua setelah melahirkan dan pada wanita yang menyusui peningkatan hormone estrogen tersebut lebih tinggi.

Sehingga pada wanita yang tidak  menyusui, ovulasi dan kembalinya siklus menstruasi akan terjadi lebih cepat dari pada wanita yang menyusui.

Namun demikian menyusui bukan merupakan metode kontrasepsi yang efektif. Menstruasi biasanya terjadi pada 12 minggu postpartum, sedang pada ibu yang menyusui dapat memperlambat datangnya siklus menstruasi.

Hubungan suami istri pada masa nifas tidak dianjurkan, masa nifas adalah masa pemulihan. Tubuh akan berusaha kembali keadaan sebelum hamil. Menjaga pola hidup sehat dapat membantu melewati masa transisi ini dengan nyaman. Peran suami dan keluarga juga merupakan faktor yang penting.

Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali. Setiap pasangan menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. Namun petugas kesehatan dapat membantu merencanakan keluargannya dengan mengajarkan kepada mereka tentang cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Biasanya wanita tidak akan menghasilkan telur (ovulasi) sebelum ia mendapatkan lagi haidnya selama meneteki. Oleh karena itu, metode amenore laktasi dapat dipakai sebelum haid pertama kembali untuk mencegah terjadinya kehamilan baru. Resiko cara ini ialah 2% kehamilan.

Meskipun beberapa metode KB, hal-hal berikut sebaiknya dijelaskan dahulu kepada ibu:

·         Bagaimana metode ini dapat mencegah kehamilan dan efektifitasnya

·         Kelebihan / keuntungnnya.

·         Kekurangannya.

·         Efek samping.

·         Bagaimana menggunkan metode itu.

·         Kapan metode itu dapat mulai digunakan untuk wanita paska salin yang menyusui.

Jika seorang ibu / pasangan telah memilih metode KB tertentu, ada baiknnya untuk bertemu denganya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu / pasangan itu dan untuk melihat apakah metode tersebut bekerja dengan baik.

 

H.   Masalah Gizi

Dalam masa nifas ibu membutuhkan gizi yang cukup. Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh pada jumlah ASI yang dihasilkan, ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktifitas ibu itu sendiri
Sebuah teori, maternal depletion syndrome menyatakan bahwa status gizi ibu setelah peristiwa kehamilan dan persalinan, kemudian diikuti masa laktasi, tidak segera pulih dan ditambah lagi pemenuhan gizi yang kurang, jumlah paritas yang banyak dengan jarak kehamilan yang pendek, akan menyebabkan ibu mengalami drainage gizi. Akibatnya ibu akan berada dalam status gizi yang kurang dengan akibat lebih lanjut pada ibu dan anaknya. Oleh karena itu, ibu yang menyusui anaknya harus diberikan pengetahuan tentang gizi.

Bila status gizinya kurang, maka zat nutrisi yang terdapat pada ASI juga kurang, dan proses pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan terutama untuk mengganti kerusakan sel-sel pada genetalia interna dan ekterna akibat proses kehamilan maupun persalinan juga mengalami gangguan, sehingga pengembalian alat-alat kandungan menjadi terlambat. Status gizi yang kurang pada ibu pasca salin, maka pertahanan tubuh akan jauh berkurang atau tidak ada sama sekali, sehingga sistem pertahanan pada dasar ligamentum latum yang terdiri atas kelompok infiltrate sel bulat, yang bermanfaat untuk mengadakan pertahanan terhadap penyerbuan kuman-kuman, serta menghilangkan jaringan-jaringan nekrotis tidak dapat berfungsi optimal. Keadaan ini akan memudahkan terjadinya infeksi nifas dan menghambat involusi uterus.

 

I.    Masalah Tanda Bahaya

1)    Terjadinya Infeksi Masa Nifas

Terjadinya infeksi masa nifas adalah sebagai berikut:

1.      Manipulasi penolong: terlalu sering melakukan pemeriksaan dalam, alat yang dipakai kurang suci hama.

2.      Infeksi yang didapat di rumah sakit (nosokomial).

3.      Hubungan seks menjelang persalinan.

4.      Sudah terdapat infeksi intrapartum: persalinan lama terlantar, ketuban pecah lebih dari enam jam, terdapat pusat infeksi dalam tubuh (lokal infeksi).

2). Keadaan abnormal pada rahim

Beberapa keadaan abnormal pada rahim adalah :

1. Sub involusi uteri.

Proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga proses pengecilan rahim terhambat. Penyebab terjadinya sub involusi uteri adalah terjadinya infeksi pada endometrium, terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah, atau mioma uteri.

2. Pendarahan masa nifas sekunder.

Adalah pendarahan yang terjadi pada 24 jam pertama. Penyebabnya adalah terjadinya infeksi pada endometrium dan terdapat sisa plasenta dan selaputnya.

3. Flegmansia alba dolens.

Merupakan salah satu bentuk infeksi puerpuralis yang mengenai pembuluh darah vena femoralis. Gejala kliniknya adalah :

1.    Terjadi pembengkakan pada tungkai.

2.    Berwarna putih.

3.    Terasa sangat nyeri.

4.    Tampak bendungan pembuluh darah.

5.    Temperatur badan dapat meningkat.

3). Keadaan abnormal pada payudara

Beberapa keadaan abnormal yang mungkin terjadi adalah :

1. Bendungan ASI

Disebabkan oleh penyumbatan pada saluran ASI. Keluhan mamae bengkak, keras, dan terasa panas sampai suhu badan meningkat.

2. Mastitis dan Abses Mamae

Infeksi ini menimbulkan demam, nyeri lokal pada mamae, pemadatan mamae dan terjadi perubahan warna kulit mamae.

4). Keadaan abnormal pada psikologis

1. Psikologi Pada Masa Nifas

Perubahan emosi selama masa nifas memiliki berbagai bentuk dan variasi. Kondisi ini akan berangsur-angsur normal sampai pada minggu ke 12 setelah melahirkan.

Pada 0 – 3 hari setelah melahirkan, ibu nifas berada pada puncak kegelisahan setelah melahirkan karena rasa sakit pada saat melahirkan sangat terasa yang berakibat ibu sulit beristirahat, sehingga ibu mengalami kekurangan istirahat pada siang hari dan sulit tidur dimalam hari.

Pada 3 -10 hari setelah melahirkan, Postnatal blues biasanya muncul, biasanya disebut dengan 3th day blues. Tapi pada kenyataanya berdasarkan riset yang dilakukan paling banyak muncul pada hari ke lima. Postnatal blues adalah suatu kondisi dimana ibu memiliki perasaan khawatir yang berlebihan terhadap kondisinya dan kondisi bayinya sehingga ibu mudah panik dengan sedikit saja perubahan pada kondisi dirinya atau bayinya.

Pada 1 – 12 minggu setelah melahirkan, kondisi ibu mulai membaik dan menuju pada tahap normal. Pengembalian kondisi ibu ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya, misalnya perhatian dari anggota keluarga terdekat. Semakin baik perhatian yang diberikan maka semakin cepat emosi ibu kembali pada keadaan normal.

2. Depresi Pada Masa Nifas

Riset menunjukan 10% ibu mengalami depresi setelah melahirkan dan 10%-nya saja yang tidak mengalami perubahan emosi. Keadaan ini berlangsung antara 3-6 bulan bahkan pada beberapa kasus terjadi selama 1 tahun pertama kehidupan bayi.

Penyebab depresi terjadi karena reaksi terhadap rasa sakit yang muncul saat melahirkan dan karena sebab-sebab yang kompleks lainnya. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan menunjukan faktor-faktor penyebab depresi adalah terhambatnya karir ibu karena harus melahirkan, kurangnya perhatian orang-orang terdekat terutama suami dan perubahan struktur keluarga karena hadirnya bayi, terutama pada ibu primipara.

 

J.    Masalah Senam

Umumnya, para ibu pasca melahirkan takut melakukan banyak gerakan. Sang ibu biasanya khawatir gerakan-gerakan yang dilakukannya akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Padahal, apabila ibu bersalin melakukan ambulasi dini, itu bisa memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).

Salah satu aktivitas yang dianjurkan untuk dilakukan para ibu setelah persalinan adalah senam nifas. Senam ini dilakukan sejak hari pertama setelah melahirkan hingga hari kesepuluh. Dalam pelaksanannya, harus dilakukan secara bertahap, sistematis, dan kontinyu.

Tujuan senam nifas ini di antaranya memperbaiki sirkulasi darah, memperbaiki sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, memperbaiki tonus otot pelvis, memperbaiki regangan otot abdomen/ perut setelah hamil, memperbaiki regangan otot tungkai bawah, dan meningkatkan kesadaran untuk melakukan relaksasi otot-otot dasar panggul.

Program senam nifas dimulai dari tahap yang paling sederhana hingga yang sulit. Dimulai dengan mengulang tiap 5 gerakan. Setiap hari ditingkatkan sampai 10 kali. Adapun gerakan-gerakannya sebagai berikut:

·         Hari pertama, ambil nafas dalam-dalam, perut dikembungkan, kemudian napas dikeluarkan melalui mulut. Ini dilakukan dalam posisi tidur terlentang.

·         Hari kedua, tidur terlentang, kaki lurus, tangan direntangkan kemudian ditepukkan ke muka badan dengan sikap tangan lurus, dan kembali ke samping.

·         Hari ketiga, berbaring dengan posisi tangan di samping badan, angkat lutut dan pantat kemudian diturunkan kembali.

·         Hari keempat, tidur terlentang, lutut ditekuk, kepala diangkat sambil mengangkat pantat.

·         Hari kelima, tidur terlentang, kaki lurus, bersama-sama dengan mengangkat kepala, tangan kanan, menjangkau lutut kiri yang ditekuk, diulang sebaliknya.

·         Hari keenam, tidur terlentang, kaki lurus, kemudian lutut ditekuk ke arah perut 90o secara bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan.

·         Hari ketujuh, tidur terlentang kaki lurus kemudian kaki dibuka sambil diputar ke arah luar secara bergantian.

·         Hari 8, 9, 10, tidur terlentang kaki lurus, kedua telapak tangan diletakkan di tengkuk kemudian bangun untuk duduk (sit up)

 

K.   Masalah Menyusui

1.    Sindrom ASI kurang

Sering kenyataannya ASI tidak benar-benar kurang. Tanda-tanda yang “mungkin saja” ASI benar-benar kurang antara lain :

1)    Bayi tidak puas setiap setelah menyusui, sering sekali menyusu dengan waktu yang sangat lama. Tapi juga terkadang bayi lebih cepat menyusu. Disangka produksinya berkurang padahal dikarenakan bayi telah pandai menyusu.

2)    Bayi sering menangis atau bayi menolak menyusu.

3)    Tinja bayi keras, keringat atau berwarna hijau.

4)    Payudara tidak membesar selama kehamilan (keadaan yang jarang), atau ASI tidak ‘datang’, pasca lahir.

Walaupun ada tanda-tanda tersebut diperiksa apakah tanda-tanda tersebut dapat dipercaya.

Tanda bahwa ASI benar-benar kurang, antara lain :

1)    BB (berat badan) bayi meningkat kurang dari rata-rata 500gram perbulan.

2)    BB lahir dalam waktu 2 minggu belum kembali.

3)    Ngompol rata-rata kurang dari 6 kali dalam 24 jam, cairan urin pekat, bau dan warna kuning.

Cara mengatasinya disesuaikan dengan penyebab, terutama dicari pada ke 4 kelompok factor penyebab :

1)    Faktor teknik menyusui, keadaan ini yang paling sering dijumpai meliputi : masalah frekuensi, perlekatan, penggunaan dot/botol dan lain-lain.

2)    Faktor psikologis, juga sering terjadi

3)    Faktor fisik ibu (jarang) meliputi KB, kontrasepsi, diuretic, hamil, merokok, kurang gizi.

4)    Sangat jarang adalah faktor kondisi bayi, misalnya penyakit, abnormalitas dan lain-lain.

Ibu dan bayi dapat saling membantu agar produksi ASI meningkat dan bayi terus memberikan isapan efektifnya. Pada keadaan-keadaan tertentu dimana produksi ASI memang tidak memadai maka perlu upaya yang lebih, misalnya pada relaksi, maka bila perlu dapat dilakukan pemberian ASI dengan suplementer yaitu dengan pipa nasogastrik atau pipa halus lainnya yang ditempelkan pada putting untuk diisap bayi dan ujung lainnya dihubungkan dengan ASI, atau formula.

2.    Ibu yang bekerja

Sering kali alasan pekerjaan membuat seorang ibu berhenti menyusui. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dianjurkan pada ibu menyusui yang bekerja :

1)    Susuilah bayi sebelum ibu bekerja.

2)    ASI dikeluarkan untuk persediaan dirumah sebelum berangkat bekerja.

3)    Pengosongan payudara ditempat kerja setiap 3-4 jam.

4)    ASI dapat disimpan dilemari pendingin dan dapat diberikan pada bayi saat ibu bekerja dengan cangkir.

5)    Pada saat ibu dirumah sesering mungkin bayi disusui dan ganti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malam hari.

6)    Keterampilan mengeluarkan ASI dan merubah jadwal menyusui sebaiknya telah mulai dipraktekkan sejak satu bulann sebelum kembali bekerja.

7)    Minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama bekerja dan selama menyusui bayinya.

2.4  Merumuskan diagosa/Masalah potensial

Bidan harus dapat mendeteksi masalah yang mungkin timbul pada ibu dengan merumuskan masalah potensial. Masalah potensial belum terjadi tapi bidan harus sudah berfikir untuk melakukan antisipasi terhadap masalah potensial. Langkah ini bersifat antisipatif yang rasional dan merupakan hal yang penting dalam asuhan yang aman dan nyaman.

a.    Gangguan Perkemihan

Pada masa hamil, perubahan hormonal yaitu kadar steroid tinggi yang berperan meningkatkan fungsi ginjal. Begitu sebaliknya, pada pasca melahirkan kadar steroid menurun sehingga menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu satu bulan setelah wanita melahirkan. Urin dalam jumlah yang besar akan dihasilkan dalam waktu 12 – 36 jam sesudah melahirkan

Hal yang berkaitan dengan fungsi sistem perkemihan, antara lain:

1.    Hemostatis internal.

Tubuh, terdiri dari air dan unsur-unsur yang larut di dalamnya, dan 70% dari cairan tubuh terletak di dalam sel-sel, yang disebut dengan cairan intraselular. Cairan ekstraselular terbagi dalam plasma darah, dan langsung diberikan untuk sel-sel yang disebut cairan interstisial. Beberapa hal yang berkaitan dengan cairan tubuh antara lain edema dan dehidrasi. Edema adalah tertimbunnya cairan dalam jaringan akibat gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi adalah kekurangan cairan atau volume air yang terjadi pada tubuh karena pengeluaran berlebihan dan tidak diganti.

 

2.  Keseimbangan asam basa tubuh.

Keasaman dalam tubuh disebut PH. Batas normal PH cairan tubuh adalah 7,35-7,40. Bila PH >7,4 disebut alkalosis dan jika PH < 7,35 disebut asidosis.

3.  Pengeluaran sisa metabolism, racun dan zat toksin ginjal.

Zat toksin ginjal mengekskresi hasil akhir dari metabolisme protein yang mengandung nitrogen terutama urea, asam urat dan kreatinin.

Ibu post partum dianjurkan segera buang air kecil, agar tidak mengganggu proses involusi uteri dan ibu merasa nyaman. Namun demikian, pasca melahirkan ibu merasa sulit buang air kecil.Hal yang menyebabkan kesulitan buang air kecil pada ibu post partum, antara lain:

1.    Adanya odema trigonium yang menimbulkan obstruksi sehingga terjadi retensi urin.

2.    Diaforesis yaitu mekanisme tubuh untuk mengurangi cairan yang teretansi dalam tubuh, terjadi selama 2 hari setelah melahirkan.

3.    Depresi dari sfingter uretra oleh karena penekanan kepala janin dan spasme oleh iritasi muskulus sfingter ani selama persalinan, sehingga menyebabkan miksi.

Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon estrogen akan menurun, hilangnya peningkatan tekanan vena pada tingkat bawah, dan hilangnya peningkatan volume darah akibat kehamilan, hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan. Keadaan ini disebut dengan diuresis pasca partum. Ureter yang berdilatasi akan kembali normal dalam tempo 6 minggu.

Kehilangan cairan melalui keringat dan peningkatan jumlah urin menyebabkan penurunan berat badan sekitar 2,5 kg selama masa pasca partum. Pengeluaran kelebihan cairan yang tertimbun selama hamil kadang-kadang disebut kebalikan metabolisme air pada masa hamil (reversal of the water metabolisme of pregnancy).

Rortveit dkk (2003) menyatakan bahwa resiko inkontinensia urine pada pasien dengan persalinan pervaginam sekitar 70% lebih tinggi dibandingkan resiko serupa pada persalinan dengan Sectio Caesar. Sepuluh persen pasien pasca persalinan menderita inkontinensia (biasanya stres inkontinensia) yang kadang-kadang menetap sampai beberapa minggu pasca persalinan. Untuk mempercepat penyembuhan keadaan ini dapat dilakukan latihan pada otot dasar panggul.

Bila wanita pasca persalinan tidak dapat berkemih dalam waktu 4 jam pasca persalinan mungkin ada masalah dan sebaiknya segera dipasang dower kateter selama 24 jam. Bila kemudian keluhan tak dapat berkemih dalam waktu 4 jam, lakukan kateterisasi dan bila jumlah residu > 200 ml maka kemungkinan ada gangguan proses urinasinya. Maka kateter tetap terpasang dan dibuka 4 jam kemudian , bila volume urine < 200 ml, kateter dibuka dan pasien diharapkan dapat berkemih seperti biasa.

b.    Gangguan BAB

Sebagian besar ibu takut untuk BAB karena nyeri perineum dan juga adanya penekanan waktu persalinan sehingga biasanya BAB tertunda 2-3 hari. Beberapa wanita mengalami konstipasi pada masa nifas, namun kebanyakan kasus sembuh secara spontan. Untuk membantu ibu mencegah konstipasi anjurkan ibu untuk diit tinggi makanan berserat dan buah-buahan, memperbanyak minum minimal 3 liter perhari.

Wanita yang menderita hemoroid selama kehamilan sering mengeluh bahwa mereka lebih merasakan nyeri pada masa postpartum. 1 dari 20 wanita mengalami hemoroid untuk pertama kali sewaktu melahirkan tetapi kebanyakan kasus akan hilang dalam waktu dua atau tiga minggu.

 

c.    Gangguan hubungan seksual.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan seksual pasca persalinan.
Kecemasan dan kelelahan mengurus bayi baru lahir sering kali membuat gairah bercinta pasangan suami istri (pasutri) surut, terutama pada wanita. Bila trauma dikelola dengan baik, kehidupan seks bisa kembali berjalan dengan baik seperti semula. Menurunnya gairah seksual disebabkan oleh trauma psikis maupun fisik. Ditinjau dari segi fisik, wanita mengalami perubahan sangat drastis di dalam tubuh. Mengandung dan melahirkan normal maupun caesar dapat menyebabkan trauma pada wanita.
Trauma fisik bisa terjadi saat melahirkan. Rasa sakit akibat pengguntingan bagian dalam vagina (episiotomi) untuk melancarkan jalan lahir untuk menghindari terjadinya perobekan yang berat. Tentu saja, tindakan ini membutuhkan waktu untuk penyembuhan. Sedangkan trauma psikis (kejiwaan) terjadi pada wanitausaimelahirkanyangbelum siap dan memahami segala urusan mengurus anak. Dari mulai merawat anak, merawat payudara yang sudah siap mengeluarkan susu, cara pemberian susu yang benar sampai urusan mengganti popok. Akibatnya, ibu merasa lelah, capek, dan menyebabkan gairah menurun dan enggan untuk berhubungan seksual. Ibu yang baru melahirkan kerap merasa cemas dengan keadaan tubuh tidak lagi menarik. Istri takut tidak bisa memproduksi ASI yang cukup banyak untuk kebutuhan bayi dan merasa cemas dengan kondisi kesehatan lainnya. Kecemasan yang dialami terkadang tidak ada penyebabnya dan inilah yang menjadi penghalang timbulnya hasrat untuk bercinta. Ketidakseimbangan hormon juga kerap dituding sebagai penyebab menurunnya hasrat seksual. Ketidakseimbangan hormon ini dapat mengakibatkan perubahan emosi yang tidak seimbang pula. Para ibu muda lebih mudah merasa kesal, malas, ingin marah. Ketidakseimbangan hormonal hanya mempengaruhi secara tidak langsung. Setelah masa-masa nifas, hormonal kembali bekerja secara normal.
Tiap wanita berbeda-beda kesiapannya. Namun secara medis, setelah tidak ada pendarahan lagi, bisa dipastikan ibu sudah siap berhubungan seks yakni setelah masa nifas yang biasanya berlangsung selama 30-40 hari. Masih dianggap wajar bila keengganan untuk berhubungan badan dengan pasangan, terjadi antara satu hingga tiga bulan setelah melahirkan.
Secara alami, sesudah melewati masa nifas kondisi organ reproduksi ibu sudah kembali normal. Oleh sebab itu, posisi hubungan seks seperti apa pun sudah bisa dilakukan. Kalaupun masih ada keluhan rasa sakit, lebih disebabkan proses pengembalian fungsi tubuh belum berlangsung sempurna seperti fungsi pembasahan vagina yang belum kembali seperti semula. Namun, bisa juga keluhan ini disebabkan kram otot, infeksi, atau luka yang masih dalam proses penyembuhan.

Gangguan seperti ini disebut dyspareunia atau rasa nyeri waktu sanggama. Pada kasus semacam ini ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab, yaitu :

1.   Terbentuknya jaringan baru pasca melahirkan karena proses penyembuhan luka guntingan jalan lahir masih sensitif sehingga kondisi alat reproduksi belum kembali seperti semula.

2.   Adanya infeksi, bisa disebabkan karena bakteri, virus, atau jamur.

3.   Adanya penyakit dalam kandungan (tumor, dll).

4.   Konsumsi jamu. Jamu-jamu ini mengandung zat-zat yang memiliki sifat astingents yang berakibat menghambat produksi cairan pelumas pada vagina saat seorang wanita terangsang seksual.

5.   Faktor psikologis yaitu kecemasan yang berlebihan turut berperan, seperti:

a.   Kurang siap secara mental untuk berhubungan seks (persepsi salah tentang seks, dll).

b.   Adanya trauma masa lalu (fisik, seks).

c.   Tipe kepribadian yang kurang fleksibel.

d.   Komunikasi suami istri kurang baik sehingga biasanya istri “malas” melakukan hubungan seks. Kurangnya foreplay-nya sehingga belum terjadi lubrikasi saat penetrasi penis. Jika foreplay dan lubrikasi sudah cukup namun masih nyeri juga, coba datang ke klinik yang melayani kesehatan sex wanita atau datang saja ke dokter kandungan yang wanita

Beberapa faktor lain diantaranya:

·         Beberapa wanita merasakan perannya sebagai orang tua sehingga timbul tekanan dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perannya.

·         Karena adanya luka bekas episiotomi

·         Karena takut merusak keindahan tubuhnya

·         Kurangnya informasi tentang seks setelah melahirkan


Bahaya berhubungan seks pasca persalinan, berhubungan seksual selama masa nifas berbahaya apabila pada saat itu mulut rahim masih terbuka maka akan beresiko. Mudah terkena infeksi kuman yang hidup diluar akibat hubungan seksual ketika mulut rahim masih terbuka, bisa tersedot masuk kedalam rongga rahim dan menyebabkan infeksi.

Sudden Death Mati mendadak setelah berhubungan seksual bisa terjadi karena pergerakan teknis dalam hubungan seksual di vagina bisa menyebabkan udara masuk ke dalam rahim karena mulut rahim masih terbuka. Pada masa nifas banyak pembuluh darah dalam rahim yang masih terbuka dan terluka. Dalam kondisi ini pembuluh darah bisa menyedot udara yang masuk, dan membawanya ke jantung. Udara yang masuk kejantung dapat mengakibatkan kematian mendadak.

 

1). Penyebab Apati Seksual pasca salin.

a. Stress dan Traumatik.

Kelahiran bayi bisa menjadi pengalaman yang dapat menimbulkan traumatik terutama jika ibu belum dipersiapkan secukupnya. Banyak ibu yang mempunyan pengharapan yang tidak realistik tentang kelahiran. Misalnya : persalinan berlangsung lama atau persalinan yang memerlukan tindakan. Adanya luka episiolomi Hal ini bila penjahitan luka episiotomi dilakukan dengan tidak benar maka akan mengakibatkan rasa nyeri dan rasa tidak nyaman di saat ibu berjalan dan duduk. Hal ini bisa berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan walaupun mungkin sayatan itu sendiri sudah sembuh.

d.  Keletihan
Bagi seorang ibu yang baru dan belum berpengalaman selain harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang biasa, ia juga harus menghadapi bayinya yang tidak mau tidur, sering menangis atau bermasalah dalam menyusu. Maka ibu tentu menjadi letih dan lemas sehingga gairah seks pun merosot.

e.    Depresi
Penyebabnya adalah keadaan tidak bersemangat akibat perasaan kelabu pasca persalinan. Perasaan ini biasanya terjadi dalam beberapa minggu setelah kelahiran bayi. Hal ini dapat terjadi depresi berat yang berupa : insomnia, anoreksia (hilangnya nafsu makan), halusinasi (membayangkan yang bukan-bukan) dan kecenderungan untuk menghilangkan kontak dengan kenyataan.

 

Keluhan yang timbul saat hubungan seksual pasca salin

·         Rasa Nyeri

Hal ini disebabkan fungsi pembasahan vagina yang belum kembali seperti semula, atau luka yang masih dalam proses penyembuhan.

·         Sensivitas berkurang

Karena persalinan normal merupakan trauma bagi vagina yaitu melebarnya otot-otot vagina.

 

Cara Mengatasi Masalah Yang Timbul Saat Hubungan Seksual :

·         Bila saat hubungan terasa sakit jangan takut berterusterang dengan suami

·         Saat berhubungan memakai pelumas / jelly

·         Saat berhubungan suami harus sabar dan hati-hati

·         Melakukan senam nifas atau olahraga ringan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s